Wisata ke pantai Nipah Lombok

Lepas dzuhur, ekspedisi dari Lombok Utara ke Mataram gugusan tepi laut membentang. Menggoda pemikiran buat hanya turun ke jalur reguler, tak jarang aku menemui beberapa unit bus pariwisata yang berjalan beriringan membawa wisatawan lokal dan asing.

Difoto ria ataupun makan kudapan sembari menikmati sajian alam. Pun mau pula turut ambil bagian dari suguhan air di tepi laut itu. Mandi, suatu yang tidak berani aku jalani di pantai

manapun tidak hanya cuma duduk di pasir, membuat bermacam wujud dari pasirnya kemudian difoto gambar. Aku jalani itu tenyata. Mulanya cuma melepaskan kaki buat merasakan pasir. Kemudian memberanikan diri memegang air. Serta, byur, gulungan ombak membuat seluruh itu terjalin. Aku mandi di tepi laut nipah. Dengan kesegaran luar biasa.

Cuaca gerah tetapi tidak sangat terik membuat aku mau menceburkan diri. Bermain air, dengan sekujur tubuh tenggelam. Seru, aku suka sangat itu.

Ini seluruh dapat terjalin akibat ulah driver Anwar. Ia menghentikan mobil yang kami kendarai di tepi laut yang bernama Nipah, Lombok Utara. Promosinya, makan siang dengan seafood di tempat itu sangat murah serta nikmat.

Aku manut saja, secara tidak memahami wilayah ini tadinya. Pesanan bakal lama katanya, hingga aku serta Lee menanti dengan berjalan jalur di pinggir tepi laut. Lee yang tidak bawa pakaian ubah berjingkat jingkat menjauhi air laut. Sedangkan aku leluasa saja. Terserang air kian suka. Bermacam angel gambar kami ambil. Lee serta aku silih gambar.

Driver Anwar awal mulanya turut pula saat sebelum kesimpulannya ia lelap. Tertidur di saung tempat kami memesan santapan. Tidur di atas pasir nan lembut memunculkan sensasi tertentu. Aman, sembari memandang langit, ataupun gugusan karang di kejauhan. Pula tumbuhan nyiur melambai. Dan laut lepas dengan sebagian kapal kecil serta perahu. Serasa tidak terdapat henti bibir ini bergumam mengagumi keelokan sajian ciptaan Tuhan di hadapan. Salah satu perahu yang tertambat di tepi laut menarik buat dikunjungi. Menciptakan tempat untuk mengambil gambar tanpa backlight awal mulanya, tapi jadi suka. Berlama lama duduk di perahu itu. Semacam berlayar betulan.

Hempasan ombak menari membuat perahu bergoyang. Itu yang membuat rasa berlayar mengenai perasaan. Seru Mandi dengan pakaian lengkap plus jilbab asik pula. Khawatir rok terangkat, aku hati hati berenang, pelan saja. Menjajaki irama ombak, sembari berpegangan pada bilah kayu yang jadi bagian dari perahu. Difoto oleh Lee, dalam bermacam style.

Ahay datang datang aku merasa seperti gambar model betulan yang lagi melakukan pemotretan. Jika perempuan model itu umumnya memakai bikini, aku kebalikan. Dengan jilbab serta kain tenun pemberian dari mbak Leya Cattleya kala bertandang ke Sembalun aku bergaya.

Awal kalinya menggunakan selendang buat dipakai hiasan jilbab. Berasa eksotis serta seksi. Merah menyala, corak yang tidak sering aku gunakan. Biasaya gelap ataupun biru hitam. Nyatanya dengan merah, walaupun kulit aku hitam tidak masalah pula.

Sementara itu dahulu kala aku mengenakan corak merah olokan bertubi.” Kulit gelap kok gunakan merah, gak pantes tuh.”

Ataupun” Sogok telik awakmu.”- tumbuhan sejenis kacang kacangan Abrator precatorius, yang membentuk semak, yang dikelilingi oleh corak merah darah, menyilaukan mata-. Tidak terdapat yang tahu dengan aku, ditunjang atmosfer tepi laut yang hening, aku memberanikan diri menggunakan corak itu.

Buat ikat kepala, berubah mengikat pinggang. ” Mumpung di tempat orang”, pikir aku. Mereka, sebagian pengunjung serta warung penjual santapan minuman tentu telah tidak asing dengan polah wisatawan yang berbagai berbagai. Termasuk yang aku jalani. Tidak hanya mode tidak umum bagi aku. Tingkah berlarian, berbaring di pasir, mandi di tepi laut pasti sering di dengar dengan mereka. Terbukti aku yakin diri, tidak merasa terdapat sorot mata mencermati. Aha, betul pula kata mbak Leya sesekali gunakan corak merah ataupun terang tidak kenapa. Pantas pula kok. Katanya dulu kala kain tenun darinya aku coba tempelkan di badan. Apalagi dalam keadaan mandi air tepi laut begini, rebahan, berlarian, bergulung dengan oombak tepi laut aku merasa seksi. Hehe Amazing,

first time in my life, I feel like that. So, pengen ketahui rasanya pula?

Coba deh. Mumpung liburan, jika terdapat agenda ke tepi laut mandilah. Tidak butuh copot- copot pakaian. Yang berarti membawa pakaian ubah saja.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*