Menikmati dan Menjaga Lingkungan Pantai Clungup Gatra

Saya baru saja menemukan peraturan yang cukup ketat ketika saya bepergian ke dua pantai di Malang Selatan. Pantai-pantai tersebut adalah Pantai Clungup dan Pantai Gatra. Kedua pantai bersebelahan dan masih terletak di serangkaian pantai di Malang South Cross Line. Alasannya, untuk memasuki pantai ini, saya diminta menandatangani surat jaminan dalam bentuk peraturan agar tidak ada limbah yang terbuang selama kunjungan saya.

Awalnya, saya bertanya pada teman saya yang membawa saya ke sini. Apa tujuan dari kegiatan ini? Tidak bisakah pengelola pantai menyediakan tempat sampah seperti kebanyakan pantai di tempat lain?

Ternyata, kawasan pantai ini adalah kawasan konservasi mangrove yang masih dipertahankan di selatan Malang. Tidak hanya sebagai objek wisata, Clungup dan Pantai Gatra juga menjadi tembok yang kuat sehingga daerah sekitarnya tidak mengalami abrasi. Juga, beberapa hewan yang membuat bakau sebagai habitat benar-benar membutuhkan tempat untuk hidup tanpa limbah.

Karena itu, setiap pengunjung yang memasuki pantai ini harus terlebih dahulu mendaftarkan semua barang bawaan mereka dengan detail, terutama yang berkontribusi terhadap sampah. Beberapa botol minuman, kantong plastik, atau paket makanan. Sekretaris akan merekam bawang setiap pengunjung satu per satu. Nantinya, ketika pengunjung meninggalkan area pantai, petugas akan memeriksa kembali bagasi. Jika masih ada sisa sampah, sesuai perjanjian, pengunjung harus membayar denda Rp. 100.000

Meski berat, saya setuju dengan aturan ini. Saat memasuki kawasan hutan bakau menuju pantai, tidak ada satupun sampah yang berserakan. Jika demikian, itu pastilah daun pertama yang bergerak karena angin. Belum lagi, tunas mangrove yang tertata sempurna tumbuh subur dalam kondisi lingkungan yang optimal. Berjalan di bawah terik matahari seolah-olah Anda tidak merasa karena pohon-pohon bakau yang hati-hati memayungi kedatangan kami.

Kami memilih untuk pergi ke Pantai Clungup terlebih dahulu dan menikmati ketenangan pantai. Pantai ini terhalang oleh gugusan pulau karang, sehingga tidak ada ombak besar datang. Aku bisa merasakan ketenangan ombak saat aku menuju pusat pantai, yang mulai surut. Beberapa pohon yang daunnya telah diputuskan untuk menjadi pendamping fotografi yang sangat baik jika ditumbuhi terlalu banyak. Kondisi ini lebih sempurna karena tidak banyak pengunjung yang datang. Perasaan milik pribadi.

Puas mengambil foto dan menikmati pantai Clungup, kami menuju ke pantai Gatra melewati hutan bakau. Sebenarnya, di kawasan ini ada tiga pantai yang berdekatan. Satu lagi pantai adalah Pantai Tiga Warna. Untuk sampai ke pantai ini, pengunjung harus terlebih dahulu melakukan reservasi dan membayar sejumlah uang dengan maksud yang sama untuk benar-benar menjamin keberlanjutan pantai ini. Pengunjung Three Color Beach benar-benar dibatasi. Meski indah, mengunjungi dua pantai sudah cukup bagi saya.

Tak lama setelah berjalan dari Pantai Clungup, saya terkejut melihat di depan saya sebuah pantai biru yang mendekati hijau pirus dengan ombak yang cukup besar. Ini adalah pantai Gatra. Di sana, pengunjung lain tampak mendayung sampan dengan pelampung yang menempel di tubuh mereka. Sebenarnya, untuk melakukan kegiatan yang mengasyikkan ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan dana Rp. 30.000.

Hanya saja, saya masih belum berani mengingat saya tidak bisa berenang. Ya, saya mengambil foto di pantai seperti putri duyung yang terdampar. Air biru laut sepertinya membuatku berada di pantai-pantai indah di Thailand seperti di film Beach. Sementara itu, Pantai Gatra adalah pantai terindah di Malang.

Keindahan pantai Gatra bahkan lebih sempurna dengan pasir merah muda. Kombinasi kontras antara dua warna menambah ketepatan foto yang diambil. Saya cukup lama di sana. Sampai kolega saya mengundang kami untuk pergi ke pantai lain yang indah. Sebelum saya pergi, penjaga juga memeriksa barang-barang kami setelah daftar yang kami sepakati. Syukurlah, tidak ada sampah yang saya tinggalkan di pantai yang indah ini. Saya berjalan dengan gembira karena saya membantu melestarikan lingkungan pantai Malang.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*