Daur Ulang Botol Plastik Bekas di Indonesia

Masalah kotak plastik yang ditangani dengan tidak benar di Indonesia telah mendorong Danone Aqua untuk mendaur ulang botol plastik polietilen tereftalat (PET) atau yang digunakan untuk minum. Mereka bekerja sama dengan unit pengolahan limbah di Roy Pitt, Jalan Kerkov, Simai.

Selain itu, PT Namasindoplas juga berkolaborasi di Kabupaten Bandung Barat. Mereka memproses ulang botol plastik cacahan Roy Pet untuk membuat ulang botol plastik daur ulang. Botol plastik Danone-Aqua mengandung elemen daur ulang 25 persen.

daur ulang botol plastik
daur ulang botol plastik

Di situs pengolahan limbah Roy Pet, ada ribuan botol plastik yang masih utuh atau bahkan diratakan. Karyawan menyortir botol untuk didaur ulang untuk botol minuman. Syaratnya adalah botol cincang berwarna alami atau bening dan berwarna biru muda dan tidak memiliki label.

“Adapun botolnya, ada standar yang dapat diobati, yaitu biru muda dan biru muda dan tidak terkontaminasi. Jika dicampur dengan bahan kimia atau minyak, mereka tidak dapat diobati,” kata Yasmin, pemilik Roy Pete, ketika dia bertemu di lokasi. Selasa (10/12).

Menurutnya, sampah adalah botol plastik yang berasal dari 10 kota besar dan 40 kios komersial yang tersebar di Jawa Barat. Mereka mendapatkan botol plastik dari 20 ribu pemulung, mereka menghubungi perusahaan yang didirikan pada 2000 dan pada 2009 mereka bekerja sama dengan PT Namasindoplas.

Dia mengungkapkan bahwa proses pengolahan sampah di Roy Pete dimulai dengan memasukkan botol plastik rahasia di mesin helikopter. Kemudian dilanjutkan dengan mencuci hasil cincang (keripik) dengan air bersih.

Yasmine mengatakan kantornya mengeringkan dan menyortir ulang hasil potongan untuk mengurangi polusi. Setelah itu, produk yang dibersihkan dan dikirim ke PT Namasindoplas di Bandung Barat dibungkus.

Dari 11 ton botol yang diproses setiap hari, katanya, jumlah total produk yang dipotong adalah sekitar 10 ton atau 1 ton menyusut. Dia mengatakan bahwa dalam satu bulan dia bisa memproses 300 ton.

Ia mengatakan, jumlah pekerja yang merawat botol plastik mencapai 155 orang. Menurutnya, ada banyak pekerja yang didominasi oleh perempuan karena proses penyaringan dilakukan secara akurat.

Yasmine menambahkan bahwa botol yang belum diproses karena tidak dapat digunakan dijual kembali ke perusahaan yang membutuhkannya. Menurutnya, botol-botol tersebut didaur ulang untuk keperluan industri seperti tekstil.

Yanto Widodo, CEO PT Namasindoplas, menambahkan bahwa pihaknya sedang mencuci botol plastik yang sudah ada dengan proses kontrol yang ketat. Menurutnya, beberapa fase seperti pemisahan mineral sebelum dikonversi menjadi pelet, SSP dan formasi aman (food grade) telah dilakukan.

Dia mengatakan, pabrik tersebut dapat memproduksi 3 juta botol plastik preformed untuk Danone-Aqua dalam satu hari. Menurutnya, pembuatan rPET membutuhkan biaya produksi yang lebih mahal.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*