3 Kerajinan Tangan Dari Sulawesi Utara Yang Dapat Dijadikan Sebagai Oleh oleh

Indonesia adalah negara yang tenar dengan kebudayaannya yang berjenis-jenis. Indonesia mempunyai 34 provinsi dan banyak pulau-pulau. Tiap-tiap tempat di Indonesia pasti mempunyai tradisi yang khas dan tradisi yang senantiasa melekat dengan daerahnya. Budaya mempunyai 7 elemen adalah agama, mata pencaharian, iptek, bahasa/dialek, alat hidup, metode hubungan, dan kesenian. Penulis akan membahas mengenai kesenian yang ada di Sulawesi Utara terlebih kerajinan yang dihasilkan.
Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi Indonesia komponen tengah. Sulawesi Utara mempunyai berjenis-jenis sumber energi, salah satunya tradisi. Sulawesi Utara tenar dengan kekayaan budayanya. Kerajinan Sulawesi Utara tidak lepas dengan kebudayaannya yang senantiasa berkaitan. Ada berjenis-jenis variasi kerajinan yang dihasilkan oleh tiap-tiap tempat di Sulawesi Utara, adalah:

Anyaman Bambu

Anyaman bambu adalah suatu kerajinan tangan yang dihasilkan dari bambu. Anyaman bambu umumnya dihasilkan oleh warga di Minahasa. Mereka mempunyai kesadaran untuk menjadikan sesuatu yang bermanfaat dari bambu. Anyaman bambu umum dihasilkan menjadi tapisan beras atau umum disebut sosiru, topi petani, kandang ayam, keranjang buah, sapu lidi, bakul, penutup saji, piring lidi, lisung kayu, lampion, tempat duduk, meja, bahkan bisa dihasilkan menjadi gazebo, serta lainnya. Anyaman bambu ini bisa kita peroleh di tepi jalan raya Manado-Tomohon, desa Kinilow, dimana terdapat banyak pengrajin-pengrajin anyaman bambu yang berjualan. Tidak cuma di Minahasa Induk, kerajinan dari bambu ini juga bisa kita temui di tempat Minahasa lainnya, seperti Minahasa Selatan, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

Kerajinan Tanah Liat

Sama seperti anyaman bambu, yang dihasilkan oleh warga Minahasa yang kreatif dan memilki kesadaran untuk menjadikan sesuatu yang bermanfaat. Kerajinan tanah liat umum dihasilkan menjadi guci yang unik, ulekkan, tungku, vas bunga, dan lainnya. Kerajinan tanah liat juga bisa ditemukan di tepi jalan raya Manado-Tomohon, desa Kinilow. Kerajinan ini juga umum dihasilkan oleh warga Minahasa Induk dan juga Minahasa Selatan.

Kain Tenun Bentenan

Kain tenun Bentenan adalah kain tenunan yang di hasilkan oleh masyarakat Minahasa. Kain Tenun Bentenan ini, tersebar di segala tempat Sulawsi Utara, dimana masing-masing tempat mempunyai motifnya masing-masing. Kain Tenun Bentenan juga mempunyai sejarah yang sama dengan sejarah Minahasa. Kain tenun Bentenan kerap digunakan di upacara-upacara penting dulu. Seperti pada ketika upacara pengobatan, umumnya kain tenun Bentenan digunakan oleh pemimpin upacara seperti Walian dan Tonaas. Kain tenun Bentenan juga digunakan pada ketika berperang sebagai ikat pinggang yang dipercaya sangat ampuh untuk mematahkan serangan lawan atau bisa dikatakan bahwa orang yang memakai kain Bentenan pada pinggangnya akan kebal.
Pengelolaan kain bentenan di Sulawesi Utara telah sangat bagus. Yayasan Karema adalah yayasan yang berupaya untuk mensosialisasikan kain Bentenan, mulai dari menjadikan kain Bentenan yang menarik sampai memasarkannya di beberapa kios-kios Karema sendiri. Karema juga membawa kain Bentenan Sulawesi Utara dalam Fashion Extravaganza dalam Jakarta Fashion Food Festival (JFFF) 2014, yang dilaksanakan di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta. Karema mengusung tema “The Hidden Treasure Of North Sulawesi”. Dalam acara ini, kain tenun Bentenan dipamerkan keindahannya yang menyajikan teknik tenun yang tinggi.

Kerajinan-kerajinan di Sulawesi Utara adalah salah satu energi tarik bagi wisatawan-wisatawan, bagus luar kota maupun luar negeri. Mereka senantiasa memburu kerajinan-kerajinan yang unik dan menarik yang dihasilkan. Warga Minahasa senantiasa bersemangat untuk menjadikan kerajinan tangan yang bagus. Dapat kita buktikan dengan warga desa Kinilow yang kebanyakannya bekerja sebagai pengrajin atau penjual/pengusaha kerajinan bambu dan tanah liat. Dapat dipandang dengan dibukanya kios-kios kerajinan yang berjejeran sepanjang jalan raya Tomohon-Manado (pinggiran desa Kinilow). Kita juga bisa memandang bahwa kerajinan-kerajinan tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Kerajinan-kerajinan tersebut seringkali dipamerkan dalam pameran-pameran nasional maupun internasional. Seumpama kain tenun Bentenan, yang senantiasa diburu para pembeli karena keunikannya. Pada tahun 2014, kain tenun Bentenan ini telah dipamerkan dalam China Expo dan Trade Expo Indonesia. Dikala ini, pemerintah sedang berupaya untuk mengerjakan ekspor kain tenun Bentenan supaya industri kain Bentenan bisa berkembang dan juga bisa meningkatkan kuantitas serta kualitasnya. Kita bisa memandang bahwa pemerintah Sulawesi Utara senantiasa berupaya untuk memfasilitasi rakyatnya untuk memaksimalkan usaha kain tenun Bentenan ini.

Kerajinan di Sulawesi Utara sangatlah berjenis-jenis. Hasil kerajinannya senantiasa dihasilkan menjadi hal-hal yang bermanfaat dan menarik. Kita sebagai warga negara Indonesia, hendaklah memandang tiap-tiap hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia. Apalagi, Indonesia sangat tenar dengan kebudayaannya yang berjenis-jenis, menarik dan unik. Jadi, kita mesti melestarikan kebudayaan terlebih kerajinan khas tempat. Kita bisa melestarikannya dengan membuatnya dan mengetahui fungsinya serta kita bisa menerima penghasilan dari kerajinan tangan yang telah kita hasilkan. Dengan kita melestarikan kebudayaan kita sendiri karenanya kita bisa membantu kemajuan negara kita sendiri, negara Indonesia.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*